Soal Kasus Pelecehan Penyidik Polsek Medan Area (6). Keluarga DAS "Berkunjung" Kerumah Yashinta!

Keluarga DAS saat "Berkunjung" Kerumah Yashinta
MEDAN - Bripda DAS bersama orangtuanya akhirnya "Berkunjung" kerumah Yashinta Khamisyah Manik (29) di Jalan Benteng Hulu, Desa Tembung, Medan Tembung, Rabu (19/6/2019).

Menurut informasi, kedatangan keluarga DAS adalah untuk meminta perdamaian terkait penganiayaan yang dilakukannya terhadap M.Aji Suhanda Manik (adik Yashinta) yang saat ini mengalami luka dibagian hidung dan sekujur tubuhnya akibat dianiaya Bripda DAS saat menjalani pemeriksaan di Polsek Medan Area.

Namun permintaan keluarga DAS ditolak dikarenakan pihak keluarga DAS tidak mau bertanggung jawab mengobati luka M.Aji Suhanda Manik (adik Yashinta).

"Mereka (keluarga DAS) datang kemarin kerumah kami bang, Sabtu (15/6/2019) lalu bang, mau minta perdamaian terkait perkara penganiayaan terhadap Aji," ujar Yashinta Khamisyah Manik kepada wartawan melalui telepon selulernya (WA), Rabu (19/6/2019).

Namun Yashinta sangat menyayangkan kedatangan keluarga DAS yang terkesan arogan dan kasar. Sehingga pihaknya menolak perdamaian dengan keluarga DAS.

"Bapaknya DAS datang mau berdamai terkait kasus penganiayaan Aji bang, marah-marah karena kami gak mau terima uang Rp 4 juta dari dia untuk perdamaian. Kami tidak minta uang bang, kami hanya minta adik kami diobati sampai sembuh," harapnya mengakhiri.

Diberitakan sebelumnya, Perbuatan tak terpuji penyidik Polsek Medan Area, Bripda DAS yang melakukan pelecehan terhadap Yashinta Khamisyah (29) bermula dari penangkapan M. Aji Suhanda Manik (adik korban) yang dituding melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan atas laporan dari Prima Ginting.

Oleh kuasa hukumnya, Dian Rizky Fauzi, SH menceritakan bahwa penangkapan terhadap kliennya tidak sesuai SOP.

"Bahwa perlu diketahui permasalahan Hukum yang sebenarnya antara  M Aji Suhanda Manik dengan  Prima Ginting adalah murni permasalahan hutang piutang bukan permasalalahan tindak pidana,  hal ini dapat dilihat dari bukti kwitansi hutang piutang yang dibuat di Desa Ujung Serdang, kabupaten Deliserdang," ujar Dian, Rabu (12/6/2019).

Ironisnya, saat penangkapan M Aji Suhanda di Jalan Letda Sujono tepatnya di Warung Bakso  tanggal 12 April 2019 lalu tanpa menggunakan surat penangkapan dan penahanan.

"Saat penangkapan M Aji Suhanda Manik, petugas Polsek Medan Area meneriakinya dengan kata-kata " Maling" membuat provokasi sehingga  korban di hakimi massa," terang Dian.

Namun, sejak ditahan 12 April sampai dengan 50 hari penangkapan, pihak penyidik Polsek Medan Area baru menyerahkan surat penangkapan dan penahanan melalui kepala lingkungan (Kepling).

"Setelah 50 hari ditahan, baru klien kami dikirim surat penangkapan surat penahanan. Itu pun melalui Kepling. Dan setelah 53 hari penangkapan, klien kami baru diberikan penangguhan," kata Dian.

Lalu Dian juga kecewa dengan kinerja penyidik Polsek Medan Area yang menyita 1unit sepeda Motor jenis Honda Beat BK 4033 ABL, 2 unit Hp dan uang sebesar Rp 500 ribu.

"Barang yang disita dan dijadikan barang bukti oleh penyidik tidak ada kaitannya terhadap perkara  M Aji suhanda Manik atas tuduhan Tindak pidana Penipuan dan penggelapan," jelasnya.

Dian menjelaskan bahwa atas terjadinya peristiwa dugaan rekayasa hukum tersebut korban dan keluarga korban merasa keberatan dan meminta Kapoldasu untuk memberikan perlindungan Hukum kepada korban dengan menjalankan Proses hukum yang sebenarnya sesuai dengan ketentuan Perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia

"Kami memohon kepada Bapak Kapoldasu untuk mengeluarkan SP3 kepada klien kami, membebaskan M Aji Suhanda Manik. Atas perhatian dan bantuan bapak Kapoldasu kami haturkan terima kasih," harapnya. (Rom)