Begini Kronologis Pertemuan Bripda DAS Dengan Yashinta Yang Berakhir Di Propam Poldasu

MEDAN - Perbuatan tak terpuji penyidik Polsek Medan Area, Bripda DAS yang melakukan pelecehan terhadap Yashinta Khamisyah (29) bermula dari penangkapan M. Aji Suhanda Manik (adik korban) yang dituding melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan atas laporan Prima Ginting.

Namun, oleh kuasa hukumnya, Dian Rizky Fauzi, SH menceritakan bahwa penangkapan terhadap kliennya tidak sesuai SOP.

"Bahwa perlu diketahui permasalahan Hukum yang sebenarnya antara  M Aji Suhanda Manik dengan  Prima Ginting adalah murni permasalahan hutang piutang bukan permasalalahan tindak pidana,  hal ini dapat dilihat dari bukti kwitansi hutang piutang yang dibuat di Desa Ujung Serdang, kabupaten Deliserdang," ujar Dian, Rabu (12/6/2019).

Ironisnya, saat penangkapan M Aji Suhanda di Jalan Letda Sujono tepatnya di Warung Bakso  tanggal 12 April 2019 lalu tanpa menggunakan surat penangkapan dan penahanan.

"Saat penangkapan M Aji Suhanda Manik, petugas Polsek Medan Area meneriakinya dengan kata-kata " Maling" membuat provokasi sehingga  korban di hakimi massa," terang Dian.

Namun, sejak ditahan 12 April sampai dengan 50 hari penangkapan, pihak penyidik Polsek Medan Area baru menyerahkan surat penangkapan dan penahanan melalui kepala lingkungan (Kepling).

"Setelah 50 hari ditahan, baru klien kami dikirim surat penangkapan surat penahanan. Itu pun melalui Kepling. Dan setelah 53 hari penangkapan, klien kami baru diberikan penangguhan," kata Dian.

Lalu Dian juga kecewa dengan kinerja penyidik Polsek Medan Area yang menyita 1unit sepeda Motor jenis Honda Beat BK 4033 ABL, 2 unit Hp dan uang sebesar Rp 500 ribu.

"Barang yang disita dan dijadikan barang bukti oleh penyidik tidak ada kaitannya terhadap perkara  M Aji suhanda Manik atas tuduhan Tindak pidana Penipuan dan penggelapan," jelasnya.

Dian menjelaskan bahwa atas terjadinya peristiwa dugaan rekayasa hukum tersebut korban dan keluarga korban merasa keberatan dan meminta Kapoldasu untuk memberikan perlindungan Hukum kepada korban dengan menjalankan Proses hukum yang sebenarnya sesuai dengan ketentuan Perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia

"Kami memohon kepada Bapak Kapoldasu untuk mengeluarkan SP3 kepada klien kami, membebaskan M Aji Suhanda Manik. Atas perhatian dan bantuan bapak Kapoldasu kami haturkan terima kasih," harapnya.

Diberitakan sebelumnya, Penyidik Polsek Medan Area berinisial DAS terpaksa dilaporkan ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Poldasu. Pasalnya ia  meminta uang ratusan ribu kepada keluarga tahanan, Yashinta Khamisiah Manik (29). Ironisnya, penyidik tersebut juga melecehkan korban mulai dari mengajak berciuman, mandi bersama dan sewa kamar (SK) di Hotel, Rabu (12/6/2019).

Menurut informasi yang diterima, aksi pelecehan ini bermula dari penangkapan adik korban, yang diduga melakukan penipuan dan penggelapan.   Adik korban ditangkap sejak 12 April 2019 tanpa adanya surat penangkapan dan penahanan. Saat itulah oknum penyidik (DAS) bertemu dengan korban. Tergiur dengan kecantikan korban, oknum penyidik ini pun meminta uang dan melecehkan korban, mulai dari mengajak berciuman, memandikan dan menginap di Hotel (SK). Tak terima, korban bersama kuasa hukumnya pun melaporkan kasus tersebut ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Poldasu dengan STPL/35/V/2019/PROPAM. (Rom)