Abang Becak Pusat Pasar Resah, Perampok "Bajing Loncat" Berkeliaran Di Jalan Gatot Subroto


MEDAN - Minimnya pengawasan kemanan oleh pihak Kepolisian sangat merugikan masyarakat kecil. Salah satunya korban di wilayah hukum Polsek Medan Baru. Aksi rampok "Bajing Loncat" ini diketahui sudah 6 bulan ini beraksi. Pelaku rampok "Bajing Loncat" mengincar Abang Becak Pusat Pasar  yang membawa barang. Pelaku diketahui merupakan perampok sadis yang kerap membawa senjata tajam, Kamis (20/6/2019).
Kondisi barang bawaan yang dirampok

Menurut informasi, dalam menjalankan aksinya, pelaku menggunakan sepedamotor matic berjumlah lebih dari 2 orang. Kesemuanya menggunakan senjata tajam dan tidak segan-segan akan menyerang korban jika melakukan perlawanan.

Salah satu korban, M Habibi menceritakan bahwa aksi pelaku perampok "Bajing Loncat" ini sudah sangat meresahkan abang becak sejak 6 bulan lalu. Adapun lokasi beraksinya bajing loncat dimulai dari Jalan Gatot Subroto/Carrefour hingga Pondok Kelapa Medan.

"Kemarin saya di rampok "Bajing Loncat" di Jalan Gatot Subroto tepatnya didepan RS Advent, Selasa (18/6/2019). Ketahuannya, saat itu saya merasa becak saya goyang bang, saya kira talinya longgar. Jadi saat saya lihat ke belakang, saya lihat ada orang yang memegang pisau mengoyakkan Bal saya. Lalu saya teriak "maling..maling...rampok..rampok..." tapi gak ada yang bantu bang," ujarnya kepada wartawan.

Lalu Habibi menambahkan, saat pelaku diteriaki rampok, pelaku bukannya takut malah mengancam korban dengan menggunakan sajam.

"Sini kau, ini pisau, sini kau cepat," kata korban menirukan ucapan pelaku sambil menunjukkan pisau.

Habibi menjelaskan bahwa pelaku ini telah 6 bulan ini beraksi dan korbannya sudah banyak sehingga membuat kerugian terhadap abang becak.

"Kemarin teman kami sudah melapor ke Polisi, tapi ditolak dengan alasan harus pemilik barang yang melapor. Karena itulah kami jadinya " minder" melapor ke Polisi. Namun kami saat ini resah dengan aksi perampok "Bajing Loncat" ini," jelasnya.

Habibi berharap agar pihak Kepolisian memberantas bajing loncat agar para abang becak dapat bekerja dengan aman dan tidak dirugikan lagi.

"Kalo barang bawaan kami hilang, terpaksa kami harus mengganti bang, ada yang sampai jutaan rupiah kami mengganti. Korbannya sudah banyak bang, inilah kami semua bang," jelasnya mengakhiri.

Pembina Abang Betor Kawasan Pusat Pasar, Dedi Harvisyahari mengatakan bahwa terkait adanya tindak kejahatan terhadap pengemudi betor, ia mengharapkan pihak Kepolisian untuk melakukan giat Patroli di Jalan yang rawan dan segera menangkap para pelaku.

"Saya minta kepada Bapak Kapoldasu, Irjen Pol Agus Andrianto dan Bapak Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto agar mengintensifkan menangkap para pelaku," harap Dedi yang juga Presidium Garuda Merah Putih Sumut Community

Ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah H Tobing meminta korban untuk datang untuk diminta keterangannya.

"Boleh korban ke Polsek supaya kami dapat ciri-ciri pelaku," tegasnya singkat. (Rom)