Pecat Sepihak BM Gunung Sitoli, Manajemen Bank Danamon Sumut Dilapor Ke Poldasu

MEDAN - Mutasi dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak yang dilakukan oleh Bank Danamon wilayah Sumatera Utara kepada Branch Manager Bank Danamon Gunung Sitoli, Eman Dharma Putra Zendrato berbuntut panjang. Pasalnya untuk mencari keadilan, ia pun terpaksa melaporkan perlakuan manajemen Bank Danamon ke Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu).

"Ada dugaan saya, apa yang dilakukan oleh pihak menejemen merupakan pemberangusan berserikat. Soalnya saya merupakan salah seorang pengurus SPSI di Bank Danamon. Apalagi surat mutasi saya ke Padang Sidempuan, sedangkan disurat tugas SPSI saya melingkupi wilayah Gunung Sitoli dan Sibolga. Saya bukannya menolak pindah ke Padang Sidempuan, tapi saya ada pertimbangan lainnya, apalagi saat ini istri saya hamil tua," ujar Eman Dharma Putra Zendrato kepada wartawan, Jumat (1/3/2019).

Eman menjelaskan bahwa awal mutasi yang dilakukan menejemen Bank Danamon pada tanggal 14 Desember 2018. Saat itu ia mendapat email surat mutasi dari Area manager.

"Mutasi ini dilakukan tanpa pemberitahuan, saat itu kondisi istri saya hamil tua. Jarak Nias - Padang Sidempuan sangat jauh dan anak-anak juga masih kecil," ucapnya.

Lalu, Eman menambahkan, bersama pengurus SPSI ia pun mengundang pihak Danamon untuk dilakukan bipatrit, namun setelah beberapa kali dikirimkan undang, tidak pernah sekalipun pihak menejemen menghadiri undangan.

"Karena tidak digubris, saya kemudian melaporkan permasalahan ini ke Disnaker dan PNM Gunung Sitoli dikarenakan adanya perlakuan mutasi dan PHK sepihak dari Bank Danamon," terangnya.

Kemudian, pada tanggal 24 Januari 2019 ia di PHK melalui email, didiskualifikasi, dianggap mengundurkan diri sesuai pasal 168 undang-undang Ketenaga kerjaan, yang efektifnya tanggal 28 Januari 2019.

"Lalu tanggal 1 Februari 2019, saya dibayarkan pesangon sebesar Rp 6,8 Juta. Sangat diluar ketentuan berlaku. Lalu saya pun melaporkan permasalahan ini ke Disnaker Provinsi, namun oleh pihak menejemen Bank Danamon kembali tidak menghadiri," jelasnya.

Dari usahanya mencari keadilan, ia berharap pihak Bank Danamon membatalkan PHK terhadap dirinya, dikarenakan bukan PHK yang ia inginkan.

"Adapun harapan saya adalah, pertama PHK dibatalkan, dipekerjakan kembali dan ketiga, jika memaksakan, pihak menejemen harus memberikan pesangon saya sesuai peraturan yang berlaku," harapnya mengakhiri.

Dilokasi terpisah, ketika dikonfirmasi wartawan melalui aplikasi whatsapp, Riana suagiat (Regional Head) dan Kasteria Ginting (Area Manager) tidak membalas konfirmasi wartawan.

Begitu juga ketika dikonfirmasi wartawan tentang tindak lanjut laporan tersebut, Direktur Kriminal Umum, Kombes Andi Rian belum memberikan keterangan.

Dari hasil pantauan wartawan, terlihat laporan telah di disposisi ke unit 3 Subdit I TP Kamneg. (Meo)