Untung Ada Pegasus Polsek Medan Area, Maling Motor Selamat Dari Amuk Massa


MEDAN – Unit reserse kriminal Polsek Medan Area Berhasil menangkap pelaku curanmor di Jalan Halat, Selasa (15/2/2019).

 Pelaku diketahui bernama Syahril alias Aril (49)/warga Dusun VI Jalan Pahlawan Kedai Durian kecamatan Delitua.

Kejadian bermula pada saat korban Indra Gunawan (34) yang berprofesi sebagai penjual bakso warga jalan Rahmadsyah Gang Keluarga kelurahan Kota Matsum I, Medan Area memarkir sepeda motor Yamaha Vega ZR warna Merah BK 4776 ABY di depan warung daganganya dalam kondisi stang terkunci (25/2). Lalu sekitar jam 14:00 WIB pada saat itu korban melihat pelaku tengah duduk di atas jok sepeda motor kesayanganya itu sambil mengutak- atik kunci kontak sepeda motor tersebut, sontak korban yang curiga langsung berteriak  maling….maling….maling ” teriakan itu rupanya memancing perhatian masyarakat yang ada di lokasi dan langsung menangkap pelaku. Telak Pelaku akhirnya menjadi bulan-bulanan warga yang tersulut emosinya, untung saja nyawanya terselamatkan oleh petugas kepolisian dari sektor Medan Area yang secara kebetulan sedang berpatroli di sekitar lokasi yang langsung membawa pelaku dan mengamankanya ke Polsek Medan Area untuk di intrograsi.

Kapolsek Medan Area Kompol K.Sianturi ketika dikonfirmasi melalui kanit reskrimnya Iptu A.Tambunan menjelaskan bahwa pelaku dihakimi setelah di tangkap warga. “Untung saja tim Pegasus Polsek Medan Area yang tengah hunting berada tak jauh dari lokasi yang langsung membawa pelaku ke Polsek, ” ucap Tambunan.

Katanya lagi, saat di intrograsi ia mengakui semua perbuatanya yang telah melakukan pencurian di beberapa tempat di wilayah hukum Polrestabes Medan diantaranya di Hotel Grand Antares pelaku berhasil menggasak Mio warna hitam pada tanggal 18 Febuari 2019 dan telah ia jual pada seorang penadah atas nama Junaidi alias Edi warga jalan Karya 3 gang Bersama dekat RS Azizi, lalu pada bulan Januari 2019 pelaku juga berhasik mencuri Yamaha Mio BJ 6627 ABI dari kawasan pajak Sei Sekambing .

Pelaku sebelum melakukan aksinya selalu memarkirkan sepeda motornya di pajak Halat dan setelah berhasil memetik sepeda motor curianya barulah ia mengambil sepeda motornya. (Jhonsen)