Perkumpulan Gerakan Kebangsaan Sumut Laksanakan Seminar Fokus Grup Discussion


MEDAN - Dengan mengusung tema "Sinergi pemuda dan milenial membangun Indonesia tanpa Hoax, ujaran kebencian dan politik identitas menuju Indonesia emas", Perkumpulan Gerakan Kebangsaan Sumatera Utara melaksanakan Fokus Grup Discussion (FGD) di Hotel Grand Antares Jalan Sisingamangaraja Medan, Rabu (20/2/2019).

Adapun tujuan dilaksanakan kegiatan adalah mengajak pemuda dan milenial untuk menjadi garda terdepan atau pelopor mampu menolak Hoax, ujaran kebencian dan politik identitas.

Ketua Perkumpulan Gerakan Kebangsaan Sumatera Utara, Hendra Hidayat yang dikonfirmasi disela-sela kegiatan mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan merupakan salah satu cara untuk memberikan pelatihan kepada pemuda dan milenial untuk menjadi pelopor menolak hoax, ujaran kebencian dan politik identitas.

"Kita tidak mau kaum muda dan milenial saat ini terlibat politik praktis yang didasari provokasi sehingga saling serang dan menjadi rentan dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu," ujarnya.

Hendra menjelaskan, bahwa kegiatan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi swasta maupun negeri dan juga organisasi seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

"Melalui kegiatan ini, kita berharap bisa mengantisipasi dan menjaga agar situasi lebih kondusif di tahun-tahun politik ini," jelasnya.

Dari 75 persen pengguna internet  merupakan kaum muda dan Millenial, banyak sampah digital di media sosial dikonsumsi para milenial.

"75 persen pengguna internet merupakan pemuda dan milenial. Kita tidak mau Millenial ini berkontribusi penyebar berita bohong dan Hoax yang dapat berdampak buruk pada masyarakat," akhir Hendra.

Dari hasil pantauan wartawan, terlihat puluhan pemuda dan milenial mengikuti kegiatan Fokus Grup Discussion (FGD). Untuk penyampaian materi *Hoax sebagai penghambat dan penyimpangan nilai-nilai demokrasi di Indonesia oleh Narasumber Fadly Nugroho, S.Psi, M.Psi dan penyampaian materi Pemuda dan Milenial sebagai pemilih rasional pada pemilihan umum* oleh narasumber Rahmadani Hidayatin, S.Psi, M.Psi. (meo)