Universitas Negeri Medan Lantik 2.038 Lulusan

MEDAN - Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd , melantik 2.038 lulusan dalam upacara wisuda yang digelar hari Selasa dan Rabu di Gedung Serbaguna Unimed, (27-28/11). Lulusan tersebut terdiri dari 1 orang Doktor Pendidikan, 28 orang lulusan bergelar Magister Humaniora, 119 bergelar Magister Pendidikan, 5 orang bergelar Magister Sains, 1.620 orang bergelar Sarjana Pendidikan, 35 orang bergelar Sarjana Sastra, 123 bergelar Sarjana Sains, 70 orang bergelar Sarjana Ekonomi, 15 Sarjana Olahraga dan 3 orang bergelar Diploma Ahli Madya.

Turut hadir mengikuti upacara wisuda, para guru besar dan anggota senat Universitas Negeri Medan, Wakil Rektor, Dekan, Direktur dan Wakil Direktur Pascasarjana, Wakil Dekan Fakultas, Ketua Jurusan, Ketua Prodi, seluruh staf fungsionaris Unimed, dan ribuan tamu undangan keluarga wisudawan.

Dalam pidatonya, Rektor Unimed Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd. mengucapkan selamat atas kelulusan para wisudawan dan gelar akademik yang telah diraih sesuai dengan bidang ilmu masing-masing. Dan ucapan selamat juga disampaikan kepada seluruh orang tua dan keluarga yang telah mempercayakan pendidikan para wisudawan kepada Unimed. Semoga apa yang telah diraih setelah menempuh serangkaian aktivitas akademik dan non akademik sesuai bahkan melampaui capaian pembelajaran yang telah ditetapkan di program studi masing-masing, sehingga menghantarkan ke gerbang kesuksesan menyongsong masa depan gemilang.

Rektor mengungkapkan, wisuda bukanlah acara untuk menyatakan bahwa masa depan belajar dan kerja keras berakhir, justru sebaliknya merupakan sebuah titik pangkal perjuangan yang baru dalam mengimplementasikan kemampuan yang sudah dimiliki. Pada saat ini, saudara berada di jaman Inovation Society (abad 21) dan bnagsa Indonesia harus mempersiapkan generasi baru yang mampu menghadapi tantangan pada zamannya. Di era revolusi industri 4.0, saudara tidak bisa menghindari tuntuta  yang memaksa untuk lebih kreatif, inovatif, serta selalu melakukan pengembangan kompetensi yang dimiliki disesuaikan dengan kebutuhan zaman.

Lanjut rektor, Dari prespektif pendidikan, era revolusi industri 4.0 ini memunculkan tantangan baru diantaranya adanya perubahan prilaku generasi Z dalam konteks pembelajran, hal ini diakibatkan oleh potensi distraksi yang cukup tinggi pada setiap individu, information overload sampai tak terverifikasi. Revolusi industri 4.0 menuntut perubahan sistem pendidikan. Dengan tantangan ini wisudawan menyiapkan work skill yang dibutuhkan menghadapi industri 4.0. dengan merubah paradigma pendidikan yang berorientasi kepada kebutuhan berfokus pada knowledge production dan innovation applications of knowledge. Sehingga harus mampu merencanakan teknik pembelajaran yang inovatif.

“Jagalah nama baik almamater Unimed, tampilkan diri saudara sebagai insan yang memiliki kapasitas hardskill dan softskill yang baik, tetap komunikasi dan jalin terus silaturrahim dengan Unimed sebagai almamater saudara, dan sesama alumni dimanapun berada harus memiliki jiwa satu hati yang kuat, berikan kontribusi kepada Unimed berupa masukan, kritik yang konstruktif, dan ide kreatif-solutif dalam rangka meningkatkan kualitas lulusan yang mampu bekerja tulus, ikhlas dengan tetap menjaga wibawa dan martabat insan akademis khususnya sebagai keluarga besar Unimed," kata rektor. (Dame)